Rabu, 16 Mei 2012

SUPERNOVA, PUSARAN YANG GERSANG


cover versi lama... i like it
 
Dari sejak SMA, saya tak tergerak membaca buku Dee yang terkenal bagus ini. Bukan menyepelekan atau apa, tapi bener deh... ga mau baca. Saya punya firasat yang aneh mengenai ini. Entah apa,
Dan benarlah, 5 tahun kemudian, 2012, saya baru ditakdirkan membaca buku Dee yang satu ini.

Benarlah dugaan saya, tersedot ke dalam pusaran seru dan memesona khas Dee. Sensasinya tersendiri, beda dengan HarPonya J.K.Rowling. Dee ternyata lebih membuat gersang lagi. Gersang, kosong, dan sulit keluar dari aliran imagi tabu Dee. Saya tak bisa berhenti membacanya. Yah, gersang. Dia mengosongkan fikiran saya. Hiih...

Cerita belum-belum sudah masuk tema tabu: drug's party, di sesama mahasiswa Amrik asl Indonesia.
Dilanjut pertemuan dua insan gay, Reuben, mahasiswa kedokteran yang Yahudi dan Dimas, mahasiswa sastra inggris yang kristen. Second tabu yang disuguhkan Dee. Tapi tidak ada unsur vulgar bagi dua gay ini. Berkelakar bak dua sahabat pada umumnnya saja.

Ketabuan selanjutnya adalah dalam cerita yang dibuat couple ini sebagai masterpiece mereka di bidang sastra dan Psikologi science: pria yang dinamai Ksatria- pengusaha muda mapan dan tampan, jatuh cinta pada wanita bersuami. Dialah si Puteri.Ini mulai menambah kecepatan putaran arus cerita Dee. Hehe

Belum selesai sampai di sana, Tokoh ketiga dalam cerita masterpiece Reuben coffeeholic-Dimas romantis, sang Bintang Jatuh, adalah seorang yang digambarkan, berlepas dari semua identitas yang mengikat. Bebas dari ikatan agama, norma sosial, bahkan mandiri secara finansial. Mereka memillih seorang model cantik, kaya, karena (maaf) pekerjaan sampingannya sebagai kupu-kupu siang-malam. Ya, siang pun.

Cerita berkutat seputar Puteri yang semakin ingin bersama ksatria, dan cinta yang mereka perjuangkan. Akankah Puteri berhasil lepas dari suami yang selama usia pernikahan mereka baik hati dan tulus mencintai?
Juga kehidupan siang-malam sang Bintang Jatuh di dunia yang meski remang-remang, dia digambarkan sebagai sosok cerdas-bijak.
Yang makin bikin pusing kepala saya, semakin menggersangkan mengetahui kekosongan orang-orang metro berharta banyak yang hampa jiwanya, malah menghibur diri dengan pergaulan bebas. Kehampaan jiwa mereka seperti menular. Uw! ~_~

Dan, penyelesaian dari kerumitan keinginan mereka ini, disediakan oleh Reuben-Dimas dengan sosok avatar, SUPERNOVA, yang kerap dijadikan tempat konsultasi tokoh cerita. Dan ternyata, masterpiece yang couple ini susun adalah bagian dari kehidupan nyata sang ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh itu sendiri. Orang-orang di sekitar mereka. Haha.. What a small world. Dan kenyataan yang saya telan pahit, avatar SUPERNOVA ini- tanpa maksud mengunderestimatekan, adalah sang Bintang Jatuh, Kupu-kupu Siang-malam. Salah satu alasan dari gambar cover buku ini. Jaring labah-labah. Ya, mereka bagian dari jejaring dunia yang disusun Sang Maha.

Lepas dari konten keseluruhan dalam buku ini, ada diksi yang tidak saya setujui. "Tuhan Maha Segalanya. Maha Romantis. Tapi berarti juga Maha Tidak Romantis". Berlaku juga dong buat sifat yang lain? Saya tidak setuju. Sebagai seorang muslim, saya percaya bahwa Allah memiliki sifat-sifat yang sudah Rasulullah Saw. kabari. Asma'ul Husna. Allah A'lam.
Ini bisa jadi salah satu ide dalam buku ini yang membuat saya gersang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saran dan komentar anda akan sangat membantu